Rabu, 12 Juni 2013

PKS BANYAK KASUS....PENDIRI : BUBARKAN SAJA

Kasus suap daging sapi impor yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq alias LHI membuat para pendiri murka. Mereka mendesak agar partai berlebel dakwah itu segera dibubarkan.
Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi dan Mashadi hanya bisa mengucapkan innalillahiwainnailaihirojiun. Keduanya mendesak agar PKS sebaiknya dibubarkan.
Karena menurut Yusuf, dosa dari korupsi yang saat ini sedang menerjang PKS sangat sakit. Kata dia, jika mengutip ajaran Islam, kalau orang yang korupsi akan dilaknat. “Kalau korupsi ya bahasanya pencuri, itu dipotong tangannya. Kalau yang suap dilaknat dari ubun-ubun sampai mata kakinya,” ujarnya kepada wartawan saat menjadi pembicara diskusi di Cikini, Jakpus, Minggu (3/2).

Ia juga melarang kepada seluruh kader agar melakukan tobat nasional seperti yang diintruksikan Anis Matta saat memberikan orasi politik setelah diplot menjadi Presiden PKS menggantikan LHI. “Sebab yang melakukan kesalahan dan dosa ada di para pemimpin. Semua kader kenapa harus tobat yang salah pemimpin jadi harusnya mereka yang tobat untuk mengaku kesalahan,” ungkap Yusuf.
Ia mengenang, saat dirinya mendirikan PKS sudah jelas kalau partai tersebut adalah parpol dakwah dan tidak diubah menjadi partai terbuka. Jika ingin menyelamatkan partai kata dia, PKS harus memecat Anis Matta, Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin serta mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. “Mereka ini tiga sejoli. Saya sudah tulis 60-80 halaman mengenai 8 kejahatan PKS,” ancamnya.

Hal senada diucapkan Mashadi. Ia mendesak agar elit PKS seperti Anis Matta dan Hilmi segera melakukan sumpah pocong. “Kasus suap yang menimpa PKS merupakan kehancuran total. Bukan hanya itu kami juga harus menanggung beban sejarah akibat dari tindakan yang mereka lakukan dan ini tidak bisa dihapus satu atau dua generasi,” keluhnya saat dihubungi, kemarin.
Mashadi menyarankan sebaiknya para elit PKS segera melakukan deklarasi pembubaran partai. “Bagaimana sebuah gerakan dakwah yang mereka lakukan dengan itikad politik dan hasilnya tidak jadi teladan bagi umat Islam. Seharusnya PKS memberikan teladan yang baik bukan justru sebaliknya,” tuturnya.

Sumpah pocong menurut aktivis anti korupsi Jusuf Rizal adalah untuk membuktikan tudingan Anis Matta terkait penangkapan LHI adalah konspirasi dan membangunkan macan tidur. “Jika elit PKS yakin partainya tidak korup, kami mendesak mereka melakukan sumpah pocong agar rakyat yakin PKS masih menjadi partai yang lurus. Sumpah pocong bisa menjadi pembelaan diri untuk PKS,” tegas Presiden Lira ini seperti dikutip Rakyat Merdeka Online (Group Nonstop).
Dihubungi terpisah, Pengamat Politik UI Profesor Iberamsjah menilai PKS telah salah dalam menentukan Presiden barunya. Harusnya, PKS memilih nama Hidayat Nur Wahid (HNW) dan bukan Anis Matta. Kenapa Anis? “Hidayat lebih bersih dari Anis. Nama Anis sering disebut terkait kasus dugaan korupsi yang melilit politisi PAN Wa Ode,” sindirnya.

Saat ditanya apakah perlu dilakukan sumpah pocong? “Dalam politik tidak ada istilah sumpah pocong. Anis menyebut konspirasi karena PKS tersudut. Mereka dosa kepada rakyat, sehingga perlu mencari kambing hitam dengan menyebut konspirasi,” terang guru besar ilmu politik UI.
Menurut dia, harga daging di Indonesia yang mencapai Rp 100 ribu per killo diduga karena ada praktek korupsi. Di Singapura dan Malaysia tidak lebih dari Rp 50 ribu per killo. “Ini dosanya PKS, sumpah pocong sendiri nilainya sama dengan Anas minta digantung di Monas tidak ada artinya. Soal intruksi tobat nasional itu sama saja PKS mengakui dosa-dosanya,” tambah Iberamsjah.
Bendera Disobek, PKS Dihujat

Kasus suap sapi impor menjadi tsunami politik untuk PKS. Partai yang dihuni para santri dan ustadz ini terus dihujat dan dicibir. Di media jejaring sosial, partai PKS diplesetkan menjadi ‘Partai Korupsi Sapi’. Bahkan di Mataram, bendera PKS dirobek seorang wanita tidak dikenal.
Sebelumnya, papan nama DPC PKS Ganuk, Semarang dicoret menjadi tulisan ‘SAPI’. Sedangkan di Yogyakarta terpasang spanduk provokatif yang bertuliskan “Daging sapi naik biangnya: Partai Korupsi Sapi.

Hujatan dan cacian terhadap PKS membuat gerah para kader. Ketua DPP PKS, Sohibul Iman, mengatakan dugaan suap yang ditimpakan pada LHI belum terbukti. LHI menurutnya, tidak pula layak disebut sebagai biang permasalahan daging sapi secara nasional.
Apapun, Iman menghormati hak masyarakat untuk membuat penilaian. Ia mengatakan para kader di daerah pun tidak terpengaruh dengan sebutan-sebutan provokatif itu. “PKS akan lebih melakukan konsolidasi internal dan menyolidkan barisan kader ketimbang menanggapi penilaian negatif publik,” keluhnya.

Sedangkan pernyataan sang presiden baru PKS, Anis Matta, tentang konspirasi terhadap partai, menurut Iman lebih ditujukan untuk menyolidkan organisasi dan sumber daya PKS di seluruh Indonesia. Meski ia mengakui ucapan Anis itu terkesan sedang mencari-cari kesalahan pihak luar, Iman meyakini pernyataan itu diucapkan agar kader partai tetap fokus. “Energi kami tidak akan habis untuk mencari-cari biang konspirasi. Kami lebih berpikir ke depan, konsolidasi untuk bangkit. Kami serahkan semua proses hukum kepada KPK,” tukasnya.

Tidak mau menjadi bola liar, Presiden PKS Anis Matta melarang seluruh kader dan pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terutama anggota DPR dari PKS agar tidak bicara ke media massa terkait kasus hukum yang menimpa eks Presiden PKS Lufthi Hasan Ishaaq.

Anis juga mengeluarkan surat instruksi No: 01/INS/DPP-PKS/III/1434 menegaskan surat itu dalam rangka menyatukan langkah dan merespon keadaan yang ada. Adapun isi dari intruski tersebut, pertama, kepada seluruh pengurus dan pejabat publik PKS untuk tidak membuat pernyataan dan menjawab pertanyaan media massa atau pun bentuk lain terkait dengan kasus hukum ustadz Luthfi Hasan Ishaaq.

Kedua, Seluruh pernyataan yang terkait dengan kasus hukum di atas diserahkan kepada tim pengacara beliau. Ketiga, seluruh keterangan dan informasi terkait kasus hukum ust LHI hanya disampaikan melalui jalur resmi struktural. Keempat, kepada seluruh kader ditegaskan bahwa PKS tetap berkomitmen untuk penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dengan tetap memperhatikan asas keadilan dan asas praduga tak bersalah serta menolak segala bentuk kedzaliman.

KORUPSI DI PKS DEPOK DAN PEMDA DEPOK

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail sering didemo puluhan aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KotaDepok, Pelaporan dugaan korupsi oleh mantan Menteri Kehutanan era Presiden KH. Abdurahman Wahid ini ditujukan kepada Kejaksaan Negeri Depok. 

Dalam laman kejaksaan.go.id disebutkan bahwa dugaan korupsi Nur Mahmudi terkait dana bantuan sosial alat kesehatan senilai Rp 800 juta. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Depok Sofyan Selle membenarkan telah menerima laporan LSM soal dugaan korupsi yang dilakukan Nur Mahmudi. 

Dugaan korupsi juga dialamatkan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Depok Prihandoko yang juga dari Parakai Keadilan Sejahtera (PKS). Wakil Ketua DPRD Kota Depok Prihandoko terkait dugaan penyelewengan dana KONI Depok, khususnya dana hibah Pemerintah Kota Depok sebesar Rp. 1.2 M,

BACA lebih lanjut infonya di http://pksnewwatch.blogspot.com/

Tolak BBM, PKS Hanya Pencitraan



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan satu-satunya partai koalisi yang tetap menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dilaksanakan oleh pemerintah pada awal April ini. Pasalnya, rencana kenaikan BBM ditentang oleh masyarakat luas, oleh karena itu, PKS dianggap tengah membangun pencitraan.Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh Daulay, menilai PKS yang tetap menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) walau sebagai bagian Sekretariat gabungan (Setgab), hanya untuk menaikkan citranya di masyarakat."Saya melihat bahwa PKS sekarang sedang menaikkan citranya sebagai partai yang peduli umat," ungkap Saleh Daulay, saat dihubungi media, Sabtu (24/3).

Kejadian ini, hampir serupa saat menjelang reshuffle kabinet beberapa waktu lalu. PKS adalah salah satu partai yang vokal dalam mengkritisi kebijakan reshuffle. Walau berada dalam barisan koalisi, namun PKS terus melancarkan kritiknya hingga jatah Menteri mereka dikurangi. Tetapi, akhirnya PKS bisa menerima semua itu walau awalnya ada ancaman keluar koalisi, namun, hal tersebut nihil.Sikap tersebut, ungkap Saleh, akan sama dengan masalah BBM ini. Pada nantinya, PKS akan menerima juga kenaikan ini. Baginya sikap kritis itu baik tetapi karena PKS tidak konsisten, jadinya terkesan tidak serius.

"Sikap ini sesungguhnya positif jika konsisten sampai akhir. Tetapi pengalaman-pengalaman yang lalu menunjukkan bahwa PKS akan melunak dan akhirnya menerima. Pengalaman seperti ini jangan sampai justru menarik simpati rakyat," katanya

PKS Pengkhianat!

Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menuding PKS telah mengkhianati koalisi karena telah menolak kenaikkan harga BBM.
Hingga detik ini PKS belum menyatakan mendukung rencana penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Koalisi itu hakikatnya bersama pemerintah dalam suka dan duka. PKS khianati pemerintah dan spirit Setgab. Koalisi itu bukan berarti tak ada diskusi. Perbedaan argumentasi silakan saja," ujar Ramadhan Pohan di Gedung DPR, Senayan, Kamis (22/3).

Dengan sikap seperti yang ditunjukkan PKS saat ini, Partai Demokrat merasa PKS telah menusuk dari belakang, karena seolah-olah mendukung tetapi selalu mengumbar penolakan atas rencana penaikan BBM."PKS main tusuk tidak jelas, apalagi dengan reasoning yang tidak clear pula. Kesannya, PKS seolah-olah tak tahu atau tak mau tahu situasi perekonomian dan gejolak ekonomi dunia," tegasnya.Sebelumnya, PKS telah mengirim surat kepada Presiden SBY yang isinya menolak kenaikkan harga BBM.

PKS Sudah Dikeluarkan dari Setgab Koalisi

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengatakan partainya sudah dikeluarkan dari koalisi sekretaris Gabungan (setgab). Kata Fahri, informasi keluarkan PKS itu diberitahukan oleh orang istana kepada salah satu menteri asal PKS.

"Bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi (setgab)," kata Fahri di Gedung DPR,
Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013). Karena adanya pemberitahuan itulah, sedianya hari ini Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS merancang rapat bersama Majelis Syuro. Fahri menjelaskan, rapat itu harus dilakukan guna melaporkan peritiwa itu kepada Majelis Syuro.

"Diberitahu bahwa Predien SBY akan menulis surat secara resmi kepada partai tentang pemberitahuan itu. Mereka janjinya ngasih suratnya hari Sabtu (8/6/2013), sampai Senin (11/6/2013) malam, surat itu kami tidak terima, karena itu kemudian Majelis Syuronya diobatalkan kembali. Karena itu majelis syuronya ga ada," jelasnya.

Hingga saat ini, Fahri menegaskan pihaknya masih menunggu kelanjutan pemberitahuan lisan yang disampaikan oleh pihak istana kepada seorang menteri asal PKS itu. "Ini kita anggap sebagai informasi yang valid dan serius karena itu Kamis sebetulmya memang menunggu supaya kita ada kejelasan metode komunikasi," ujarnya. 

Menurut Fahri, sebelumnya ia sudah memahami bahwa PKS
akan dikeluarkan dari koalisi, dengan melihat rapat yang dilakukan oleh setgab malam tadi yang tidak memberitahukan informasi rapat kepada PKS.

"Jadi kembali memverifikasi dan membenarkan informasi pekan lalu yang mengatakan bahwa PKS sudah dikeluarkan dari setgab. Tapi akan ada surat menyusul dari presiden yang sampai sekarang saya bicara ini barusan saya bicara dengan presiden partai bahwa belum ada surat pemberitahuan itu," tutup Anggota Komisi III DPR ini

Sabtu, 01 Juni 2013

Pamit ke airport, Fathonah malah check in sama Maharany



Ahmad Fathanah, tersangka suap pengurusan kuota impor daging dan pencucian uang, ditangkap KPK 29 Januari lalu. Fathanah ditangkap saat sedang 'bersama' seorang mahasiswi cantik Maharany Suciyono di Hotel Le Meredien, Jakarta.Sebelum ditangkap, kawan dekat Luthfi Hasan Ishaaq itu, menerima uang Rp 1 miliar dari dua Direktur Indoguna Utama, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi. Uang itu diduga untuk pengurusan penambahan kuota daging di Indoguna.

Usai menerima uang, Fathanah sempat pamit kepada Arya dan Juard untuk pergi ke airport. Namun ternyata, Fathanah malah ngacir ke Le Meridien dan bertemu Maharany."Dia bilang buru-buru mau ke airport katanya. Ternyata dia ke Le Meridien. Karena katanya uang di pakai untuk perjalanan ke daerah, ternyata malah ke Le Meridien," ujarnya.

Arya mengaku kaget ternyata uang sumbangan darinya dipakai Fathanah untuk 'berduaan' bersama cewek di hotel. Padahal sebelumnya Fathanah menyuruh dirinya untuk menyiapkan uang Rp 1 miliar untuk sumbangan acara partai PKS. Acara PKS itu yakni berupa safari dakwah PKS yang rencananya datang ke sejumlah daerah-daerah. Saya bilang oke ini sumbangan udah siap. Beliau buru, Juard antar, kantongannya. Kami menuju ke lobby. Smpai ke parkiran, menaruh duit ke dalam mobil Fathanah. Setelah itu beliau pergi," papar Arya.

Dalam persidangan sebelumnya, dihadirkan saksi Maharany Suciyono. Maharany mengaku dirinya saat itu diajak Fathanah ke hotel dan 'berduaan' dengan Fathanah. Penyidik KPK yang menangkap keduanya pun mengungkapkan, saat ditangkap, keduanya juga dalam keadaan bugil. Fathanah memberi Maharany duit 10 juta dari hasil sumbangan Indoguna untuk acara PKS.

a href="http://www.bidvertiser.com/bdv/bidvertiser/bdv_ref_publisher.dbm?Ref_Option=pub&Ref_PID=535199">Make money from your Website or Blog with BidVertiser</a>

penyidik KPK periksa Darin Mumtazah di rumahnya


Penyidik KPK berangkat menuju rumah Darin Mumtazah yang berada di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Siswi SMK itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Luthfi Hasan Ishaaq, kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan pencucian uang.

"Hari ini tadi penyidik ke rumahnya Darin mau meriksa," ujar Jubir KPK Johan Budi di Gedung KPK Jakarta, Kamis (30/5).Johan mengatakan, Darin hanya diperiksa oleh penyidik tidak di dampingi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pihaknya juga telah membawa surat panggilan.Diketahui, saat ini penyidik tengah mencari lokasi tepatnya rumah Darin. "Hanya penyidik saja yang berangkat," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan pemeriksaan Darin sangat penting. Sebab, keterangan Darin akan dikonfirmasi terkait kasus ini."Kalau di dalam proses penyidikan tujuannya kan mengkonfirmasi mengklarifikasi berbagai info yang dimiliki KPK. Penting untuk mengetahui sejauh mana relasi keterkaitannya," ujar Bambang di Hotel Akmani.

NASIB Partai Keadilan Sejahtera (PKS) AKANKAH SEPERTI DEMOKRAT ????

Korupsi. Satu kata ini bisa membuat kalang kabut dalam satu keorganisasian partai. Demokrat sebelumnya diterpa badai partai Korup karena ulah kadernya. Kini, hal serupa juga tampaknya akan dialami
Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan menilai, kini PKS sudah merasakan apa yang dirasakan Demokrat, akibat kasus yang menimpa Presidennya Lutfhi Hasan Ishaaq."Saya kira PKS kini sudah mulai babak belur akibat dari kasus hukum yang menjerat presidennya. Ini kan sebelumnya dirasakan Demokrat," kata Asep di Bandung, Kamis (31/1).

Embel-embel partai 'Bersih dan Peduli' nampaknya sudah tidak berlaku lagi bagi partai ini. Sebab stigma partai tergantung perilaku di dalamnya."Jika sebuah partai korupsi ini akan sangat menentukan citra di masyarakat," ungkapnya.Apalagi yang tersandung adalah presidennya sendiri. Orang yang mengomandoi partai. 

Dia menyarankan agar PKS segera membenahi dan mengembalikan image yang disebutnya partai bersih tersebut. Caranya agar jajaran pengurus PKS untuk melakukan klarifikasi kepada masyarakat bahwa partainya memang benar-benar bersih.

"Kalau memang mengklaim partai yang bersih, silakan buktikan kepada masyarakat memang benar-bener bersih," tambah Asep.Tahun ini, 2013 - 2014 adalah tahun politik yang akan dihadapi PKS. Paling dekat adalah Pilgub Jabar pada Februari 20013 ini yang mengusung kembali Ahmad Heryawan.

Baginya kasus ini juga akan menghambat dan menyulitkan pemenangan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar. Pasalnya, pasangan tersebut diusung oleh PKS, PPP, dan Hanura.
"Pengaruh pasti ada, tapi ya masih ada waktu untuk berbenah dan mengklarifikasi kepada masyarakat untuk membuktikan bahwa partainya bersih," jelasnya.

SKANDAL FATHONAH , rekanan PKS

.. Apa pendapat Anda Tentang Gambar Fatnoh, LHI dan Siswono ini ????

Banyak orang Apalagi Kader-kader PKS....terkejut mendengar pengakuan ahmad fathonah (AF) di televisi. Ternyata af punya hutang sama ustadz lhi dan dia tak berniat memberikan uang 1 milyard utk pks. Af pun minta maaf kepada pks atas perilakunya yang tidak terpuji. Terbukti, af bukan kader pks, dan hanya teman ustadz lhi saja.
Kebenaran semakin terkuak. Pada akhirnya kebenaran itu akan menemukan jalannya sendiri. Kekuatan sosial media yang tidak memihak akan menjadi senjata yang membuktikan kebenaran itu.
Saya bukan kader pks. Bukan juga simpatisannya. Namun saya melihat pks akan diuntungkan dengan pernyataan af ini. Kita tunggu saja persidangan berikutnya. Pasti akan semakin seru.
Publik juga semakin tahu bahwa opini media yang mencap pks menjadi partai korupsi sapi akan membuat pks menjadi semakin bersinar di pemilu 2014. PKS akan terbukti menjadi partai yang amanah dan jauh dari korupsi. Semoga saja demikian.
Perlu kita ketahui, setiap kader pks yang dijadikan tersangka oleh kpk terbukti tidak bersalah di pengadilan. Kasus misbahkum misalnya, ternyata di persidangan beliau terbukti tidak bersalah.
Akan ada episode baru tentang anas urbaningrum dan andi malaranggeng dari partai demokrat yang akan jauh lebih dahsyat dari kasus af dan lhi ini. Semoga media bisa fair memberitakannya.
Saya yakin ustadz lhi tak bersalah dan pasti beliau akan bebas karena bukti yang ada dapat dipatahkan di pengadilan. Nama pks pun semakin bersinar dan kita akan melihat pks akan menemui kejayaannya.
Pengakuan ahmad fatonah atau af jelas , rekaman-rekaman KPK sudah sangat jelas membuktikan bahwa ada HUBUNGAN MESRA antara Fatonah, LHI dan Siswono. Apalagi acara itu disiarkan secara live di televisi. FAKTA Membuktikan Apakah PKS benar-benar Partai Dakwah Atau Partai Koperasi Sapi..

From Singapore With Love

Rizki ardian

DARIN MUMTAZAH DAN FATHONAH

Salah Satu wanita cantik yang akan diperiksa oleh KPK dan  didugat mempunyai hubungan dengan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Kali ini seorang remaja berwajah cantik, konon siswa SMK, bernama Darin Mumtazah ramai dibicarakan di media sosial, Twitter.Entah asli atau tidak namun ada satu akun di twitter dengan Darin Mumtazah yang memajang beberapa foto dirinyatermasuk yang saat ini sedang wirawiri di dunia maya.
Berbagai macam komentar pun langsung dilontarkan terkait Darin yang diduga mempunyai kedekatan dengan LHI. “LHI sering nginep di rmh Darin.. Pasti krn ngincer mamanya Darin.”
Dengan gaya bercanda sebuah akun menulis LHI sering bertandang ke rumah Darin karena ingin mengincar ibunya Darin,
Berikut beberapa komentar di media sosial soal Darin dan LHI:
Mashari Must Say ‏@masharolex: Kalo Darin Mumtazah adl istri simpanan ato selingkuhan LHI, hancur lah PKS.. Masak Partai Agama dipimpin Mafia..
Joker ‏@JokoHQ: Dulu akunnya @darinmumtazah, terus ganti jd @darinmumtaz. Yang akun pertama diambil alih org lain. Bener2 konspirasi zionis.
Joker ‏@JokoHQ: LHI sering nginep di rmh Darin.. Pasti krn ngincer mamanya Darin.
Paring Waluyo ‏@paringwaluyo: Allohuakbar Pustun banget
Eyang Ahmad Fathonah ‏@MatJengkol: sekarang ada darin Mumtazah,, hmmm makin berlendir aja ini partai…(Kabar24/Twitter@DarinMumtazah/ad)

WACANA PEMBUBARAN PKS

Wacana pembubaran PKS beberapa hari lalu santer diberitakan oleh media. Saya pun sudah menulis tentang pembubaran PKS sebulan yang lalu sebelum heboh PKS di-BUBAR-jalankan. Bisa dibaca di profile saya, tak bisa post link lewat HP ni.hik3x. akhirnya pegang PC, ni link nya klik di sini.
Bedanya kalo ICW mewacanakan PKS patut dibubarkan jika pasal TPPU Korporasi coba dikenakan pada PKS jika ada indikasi ke sono, maka saya ditulisan tersebut menilai PKS akan bubar sendiri jika tujuannya melembagakan nilai Islam yang Membawa Rahmat bagi Semesta Alam tercapai.
Peristiwa usaha penyitaan yang dilakukan jam 10 malam seminggu yang lalu oleh KPK gagal dikarenakan ketidaksantunan petugas ketika memasuki rumah orang (Versi PKS). Ketidaksantunan oknum KPK rencananya hari ini akan diadukan PKS dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan.
Usaha aduan PKS terhadap oknum KPK sayangnya bisa diartikan oleh masyarakat banyak lewat pembentukan opini media sebagai perlawanan PKS terhadap KPK (dibilang pembubaran KPK malah). Apakah PKS yang kali ini terpancing dengan usulan sebagian pihak agar tempuh jalur hukum berhasil?
Menurut saya pribadi walaupun PKS berhasil memperkarakan oknum KPK dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan ketika masuk rumah lembaga bukan orang-perorang hasilnya takkan baik juga buat PKS. Secara pengalaman menunjukkan usaha memperkarakan KPK akan berakhir dengan kemenangan minimal di media. KPK adalah anak emas masyarakat yang. dinilai tidak mungkin berbuat salah. Contoh realnya kasus Cicak vs Buaya yang berakhir dengan kemenangan KPK di media. Secara kasus ni disebut “Kriminalisasi KPK”
Kalo PKS dah babak belur di media, swing voters akan mengambil alih kekuatan dengan menggunakan hak pilihnya di 2014.
Tidak mengajukan pra-peradilan LHI sudah benar menurut saya. Karena tak peduli PKS benar di mata hukum, menurunkan derajat KPK menjadi manusia biasa akan berakhir dengan kekalahan di media.
Menang jadi arang, kalah jadi abu kata pepatah.