Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah mengatakan partainya sudah dikeluarkan dari koalisi sekretaris Gabungan (setgab). Kata Fahri, informasi keluarkan PKS itu diberitahukan oleh orang istana kepada salah satu menteri asal PKS.
"Bahwa PKS sudah dikeluarkan dari koalisi (setgab)," kata Fahri di Gedung DPR,
Senayan, Jakarta, Rabu (12/6/2013). Karena adanya pemberitahuan itulah, sedianya hari ini Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS merancang rapat bersama Majelis Syuro. Fahri menjelaskan, rapat itu harus dilakukan guna melaporkan peritiwa itu kepada Majelis Syuro.
"Diberitahu bahwa Predien SBY akan menulis surat secara resmi kepada partai tentang pemberitahuan itu. Mereka janjinya ngasih suratnya hari Sabtu (8/6/2013), sampai Senin (11/6/2013) malam, surat itu kami tidak terima, karena itu kemudian Majelis Syuronya diobatalkan kembali. Karena itu majelis syuronya ga ada," jelasnya.
Hingga saat ini, Fahri menegaskan pihaknya masih menunggu kelanjutan pemberitahuan lisan yang disampaikan oleh pihak istana kepada seorang menteri asal PKS itu. "Ini kita anggap sebagai informasi yang valid dan serius karena itu Kamis sebetulmya memang menunggu supaya kita ada kejelasan metode komunikasi," ujarnya.
Menurut Fahri, sebelumnya ia sudah memahami bahwa PKS
akan dikeluarkan dari koalisi, dengan melihat rapat yang dilakukan oleh setgab malam tadi yang tidak memberitahukan informasi rapat kepada PKS.
"Jadi kembali memverifikasi dan membenarkan informasi pekan lalu yang mengatakan bahwa PKS sudah dikeluarkan dari setgab. Tapi akan ada surat menyusul dari presiden yang sampai sekarang saya bicara ini barusan saya bicara dengan presiden partai bahwa belum ada surat pemberitahuan itu," tutup Anggota Komisi III DPR ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar